Halaman

Pink Paw Print

Rabu, 05 Februari 2014

Laporan Praktikum Statistik Industri


LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIK
INFERENSI STATISTIK RATA-RATA DUA POPULASI INDEPENDENT”




 Description: Akprind Warna

Disusun Oleh :
Dewi Paramitasari 121321004



LABORATORIUM SIPPO
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2013

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM STATISTIK
INFERENSI STATISTIK RATA-RATA DUA POPULASI INDEPENDENT”


Nama                              : Dewi Paramitasari
Jurusan                           : Teknik Industri D-3



Yogyakarta, 16 Desember 2013
Mengetahui,
     Kepala Lab. SIPPO                                              Asisten Labolatorium




   Endang Widuri Asih S.T, M.T.                                   Handio Oktavani Malau












KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan laporan Praktikum Statistik dengan judul Inferensi Statistik Rata-Rata Dua Populasi Independent ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam membuat laporan praktikum ini tentu tidak terlepas dari dukungan, bimbingan, dan bantuan dari pihak-pihak terkait. Sehubungan dengan hal itu, kami ucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibu Endang Widuri Asih, S.T., M.T. selaku kepala Laboratorium SIPPO.
2.        Asistant Laboratorium yang telah membimbing dengan sabar dan baik.
3.        Teman-teman yang sudah membantu.
4.        Orang tua dan keluarga yang selalu memberi motivasi dan dorongan, serta bantuan, baik moral maupun spiritual.
5.        Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang turut membatu dalam menyelesaikan laporan ini.
Saya menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangannya sehingga kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan. Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat bagi pembaca. 



Yogyakarta, 16 Desember 2013

      Penyusun



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................................   i
LEMBAR PENGESAHAN...............................................................................   ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................   iii
DAFTAR ISI......................................................................................................   iv
DAFTAR GAMBAR.........................................................................................   v
DAFTAR TABEL..............................................................................................   vi
A.  Tentang SPSS..........................................................................................   1
B.  Data Percobaan.......................................................................................  15
C.  Masalah Percobaan..................................................................................   16
D.  Cara Pengerjaan.......................................................................................   16
E.   Hasil Output............................................................................................   19
F.   Analisis Hasil Output..............................................................................   20
G.  Kesimpulan dan Saran.............................................................................   22
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................   23















DAFTAR GAMBAR

Gambar A.1 SPSS 16.0.......................................................................................   7
Gambar A.2 Menu Utama SPSS.........................................................................   8
Gambar A.3 Variabel View.................................................................................   8
Gambar A.4 Data View.......................................................................................   9
Gambar A.5 Independent-Sample T Test............................................................   14
Gambar D.1 Gambar penginputan data..............................................................   17
Gambar D.2 Gambar penginputan variabel.........................................................   18
Gambar D.3 Gambar penginputan nilai pada kolom test variable(s)..................   18
Gambar D.4 Gambar penginputan pulsa pada kolom grouping variable
                      dan pengisian group......................................................................  19
Gambar E.1 hasil output penyelesaian permasalahan..........................................   20















DAFTAR TABEL

Tabel A.1 Tabel data padi...................................................................................   12
Tabel A.2 Tabel pengelompokan jenis padi........................................................   13
Tabel B.1 Tabel data nilai pulsa di warnet BATISTA........................................   15
Tabel D.2 Tabel pengelompokan jenis pulsa di warnet BATISTA.....................   16


A.     TENTANG SPSS
SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) versi pertama dirilis pada tahun 1968, diciptakan oleh Norman Nie, seorang lulusan Fakultas Ilmu Politik dari Stanford University, yang sekarang menjadi Profesor Peneliti Fakultas Ilmu Politik di Stanford dan Profesor Emeritus Ilmu Politik di University of Chicago.
SPSS Inc (Nasdaq: SPSS) adalah pemimpin global penyedia Input Analytics software dan solusi Input perusahaan teknologi Analytics meningkatkan proses bisnis dengan memberikan visibilitas organisasi maju untuk keputusan yang dibuat setiap hari dengan memasukkan Input Analytics kedalam operasi sehari-hari mereka, menjadi organisasi Input Enterprises – bias langsung dan otomatis keputusan untuk memenuhi tujuan bisnis dan terukur mencapai keuntungan kompetitif. More than 250,000 public sector, academic and commercial customers rely on SPSS technology to help increase revenue, reduce costs and detect and prevent fraud.Lebih dari 250.000 sektor publik, komersial dan akademik pelanggan SPSS mengandalkan teknologi untuk membantu meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya dan mendeteksi dan mencegah penipuan. Founded in 1968, SPSS is headquartered in Chicago, Illinois.Didirikan pada tahun 1968, SPSS adalah yang berkantorpusat di Chicago, Illinois.
1
 
SPSS adalah salah satu program yang paling banyak digunakan untuk analisis statistika ilmu sosial. SPSS adalah sebuah program komputer yang digunakan untuk membuat analisis statistika, seperti  digunakan untuk peneliti pasar, peneliti kesehatan, perusahaan survei, pemerintah, peneliti pendidikan, organisasi pemasaran, dan sebagainya. Selain analisis statistika, manajemen data (seleksi kasus, penajaman file, pembuatan data turunan) dan dokumentasi data (kamus metadata ikut dimasukkan bersama data) juga merupakan fitur-fitur dari software dasar SPSS.

 
SPSS menyediakan berbagai fasilitas perangkuman dan presentasi data mulai dari yang paling sederhana dalam bentuk grafik, seperti pie chart, histogram, bar chart, scatterplot, sampai dalam bentuk tabel yang siap untuk diekspor ke Microsoft Word, Excel, PowerPoint, ataupun PDF. Semuanya dilakukan dengan bantuan dialog box, tanpa perlu mengerti bahasa pemrogram.
Statistik yang termasuk software dasar SPSS:
·       Statistik Deskriptif: Tabulasi Silang, Frekuensi, Deskripsi, Penelusuran, Statistik Deskripsi Rasio
·       Statistik Bivariat: Rata-rata, t-test, ANOVA, Korelasi (bivariat, parsial, jarak), Nonparametric tests
·       Prediksi Hasil Numerik: Regresi Linear
·       Prediksi untuk mengidentivikasi kelompok: Analisis Faktor, Analisis Cluster (two-step, K-means, hierarkis), Diskriminan.
Berbagai fitur dalam SPSS dapat diakses melalui menu pull-down atau dapat diprogram dengan bahasa perintah sintaks proprietary 4GL. Pemrograman perintah sintaks memiliki keuntungan di bidang reproduktivitas serta pengendalian manipulasi data kompleks dan analisis. Perhubungan menu pull-down juga menghasilkan sintaks perintah, walaupun pengaturan awalnya harus diubah terlebih dahulu agar sintaks dapat dilihat oleh user. Program dapat berjalan secara interaktif, atau tanpa pengendalian menggunakan Fasilitas Kerja Produksi. Sebagai tambahan, bahasa makro juga dapat digunakan untuk menulis perintah subrutin dan ekstensi program Python dapat mengakses informasi di dalam kamus data dan data, kemudian secara dinamis membuat program perintah sintaks.
Ekstensi program Phyton, yang diperkenalkan pada SPSS 14, menggantikan skrip SAX Basic yang kurang fungsional, walaupun SAX Basic juga masih dapat digunakan. Ekstensi Phyton menyebabkan SPSS dapat menjalankan statistik mana pun dalam paket free software R. Sejak versi 14 dan seterusnya, SPSS dapat diatur secara eksternal melalui Phyton pada program VB.NET menggunakan “plug-ins” yang telah disediakan.

 
SPSS meletakkan batasan-batasan pada struktur file internal, tipe data, pengolahan data dan pencocokan file, yang memudahkan pemrograman. SPSS datasets memiliki struktur tabel 2 dimensi dimana bagian baris menunjukkan kasus-kasus (seperti pribadi atau rumah tangga) dan bagian kolom menampilkan ukuran-ukuran (seperti umur, jenis kelamin, pendapatan rumah tangga). Hanya 2 tipe data yang digambarkan : numerik dan teks (string). Seluruh pengolahan data dilakukan berurutan kasus per kasus melalui file. File dapat dipasangkan satu per satu atau satu-banyak, tapi tidak dapat banyak per banyak.
User interface grafis memiliki 2 jenis tampilan yang dapat dipilih dengan cara meng-klik salah satu dari dua tombol di bagian bawah kiri dari window SPSS. Tampilan ‘Data View’ menampilkan tampilan spreadsheet dari kasus-kasus (baris) dan variabel (kolom). Tampilan ‘Variable View’ menampilkan kamus metadata di mana setiap baris mewakili sebuah variabel dan menampilkan nama variabel, label variabel, label nilai, lebar cetakan, tipe pengukuran dan variasi dari karakteristik-karakteristik lainnya. Sel-sel di kedua tampilan dapat diedit secara manual, memungkinkan pengaturan struktur file dan pemasukan data tanpa harus menggunakan sintaks perintah. Hal ini cukup untuk dataset-dataset kecil. Dataset yang lebih besar, seperti survei statistik, lebih sering dibuat menggunakan software data entry, atau dimasukkan selama computer-assisted personal interviewing, dengan pemindaian dan menggunakan software pengenalan karakter optikal, atau dengan pengambilan langsung dari kuesioner online. Dataset-dataset ini kemudian dimasukkan ke dalam SPSS.
SPSS dapat membaca dan menulis data dari file teks ASCII (termasuk file hierarkis), paket statistik lainnya, spreadsheets dan database. SPSS dapat membaca dan menulis ke dalam tabel database eksternal relasional melalui ODBC dan SQL.

 
Output statistik memiliki format file proprietary (file *.spo, men-support tabel poros) yang mana, sebagai tambahan atas penampil dalam paket, disediakan pembaca stand-alone. Output proprietary dapat diubah ke dalam bentuk teks atau Microsoft Word. Selain itu, output dapat dibaca sebagai data (menggunakan perintah OMS), sebagai teks, teks dengan pembatasan tabulasi, HTML, XML, dataset SPSS atau pilihan format image grafis (JPEG, PNG, BMP, dan EMP).
Modul-modul Add-on modules menyediakan kapabiliti tambahan. Modul-modul yang tersedia, antara lain :
·       SPSS Programmability Extension (ditambahkan pada versi 14). Memungkinkan pemrograman Phyton untuk mengontrol SPSS.
·       SPSS Validation Data (ditambahkan pada versi 14). Memungkinkan pemrograman pengecekan logistik dan pelaporan nilai-nilai mencurigakan.
·       SPSS Regression Models – Regresi logistik, regresi ordinal, regresi logistik multinomial, dan model campuran (multilevel models).
·       SPSS Advanced Models – GLM yang bervariasi dan ukuran-ukuran yang diulang (dihapuskan dari basis sistem sejak versi 14).
·       SPSS Classification Trees. Membuat diagram klasifikasi dan keputusan untuk mengidentifikasi kelompok dan memprediksi perilaku.
·       SPSS Tables. Memungkinkan kontrol user-defined atas output laporan.
·       SPSS Exact Tests. Memungkinkan tes statistik atas sample kecil.
·       SPSS Categories
·       SPSS Trends
·       SPSS Conjoint
·       SPSS Missing Value Analysis. Imputasi simpel berbasis regresi.
·       SPSS Map
·       SPSS Complex Samples (ditambahkan pada Versi 12). Diatur untuk stratifikasi dan pengelompokkan serta pilihan pemilihan sample lainnya.
·       SPSS Server adalah sebuah versi dari SPSS dengan arsitektur pengguna/server. SPSS Server memiliki beberapa fitur yang tidak tersedia pada versi desktop, seperti fungsi penilaian.

 
KELEBIHAN SPSS
SPSS, piranti lunak khusus untuk melakukan analisis data, memberikan banyak kelebihan dan kemudahan dibandingkan spreadsheet. SPSS mampu mengakses data dari berbagai macam format data yang tersedia seperti dBase, Lotus, Access, text file, spreadsheet, bahkan mengakses database melalui ODBC (Open Data Base Connectivity) sehingga data yang sudah ada, dalam berbagai macam format, bisa langsung dibaca SPSS untuk dianalisis.
SPSS memberi tampilan data yang lebih informatif, yaitu menampilkan data sesuai nilainya (menampilkan label data dalam kata-kata) meskipun sebetulnya kita sedang bekerja menggunakan angka-angka (kode data). Misalnya untuk field Jenis Kelamin, kode angka yang digunakan adalah 1 untuk “pria” dan 2 untuk “wanita”, maka yang akan muncul di layar adalah label datanya, yaitu “pria” dan “wanita”.
SPSS memberikan informasi lebih akurat dengan memperlakukan missing data secara tepat, yaitu dengan memberi kode alasan mengapa terjadi missing data. Misalnya karena pertanyaan tidak relevan dengan kondisi responden, pertanyaan tidak dijawab, atau karena memang pertanyaannya yang harus dilompati.
SPSS melakukan analisis yang sama untuk kelompok-kelompok pengamatan yang berbeda secara sekaligus hanya dalam beberapa mouse click saja. Contohnya :
·       mengetahui nilai minimum, maksimum dan rata-rata penjualan per kuartal per wilayah penjualan secara bersamaan pada masing-masing kelompok produk.
·       mengetahui hal-hal yang signifikan berpengaruh terhadap volume penjualan (apakah kelompok umur konsumen, tingkat pendidikan, jenis kelamin, besar pengeluaran per bulan, dll) pada masing-masing wilayah penjualan.
SPSS mampu merangkum data dalam format tabel multidimensi (crosstabs), yaitu beberapa field ditabulasikan secara bersamaan. Contohnya :
·       tabel persentase jumlah responden dari beberapa kelompok umur terhadap beberapa kategori produk perawatan rambut.
·       tabel persentase jumlah responden dari beberapa tingkat pendidikan terhadap beberapa partai politik pilihan menurut beberapa wilayah pemilihan umum.
Tabel multidimensi SPSS sifatnya interaktif. Kolom tabel bisa dirubah menjadi baris tabel dan sebaliknya. Semua nilai dalam sel-sel tabel akan disesuaikan secara otomatis. Hal ini sangat memudahkan pekerjaan eksplorasi data.
Beberapa keunggulan di atas hanyalah sebagian dari seluruh keunggulan yang dimiliki SPSS dibandingkan dengan spreadsheet. Masih ada banyak keunggulan lainnya. Bahkan, semua pekerjaan di atas dilakukan dengan bantuan dialog box, tanpa perlu mengerti bahasa pemrograman! Sangat user friendly.
Pada dasarnya statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan kegiatan mengumpulkan, menata, menyajikan, menganalisis dan menginterprestasikan data menjadi informasi untuk membantu pengambilan keputusan yang efektif. Sedangkan statistik adalah suatu kumpulan angka yang tersusun lebih dari satu angka.
Sehingga SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu Sosial) dapat digunakan untuk mempermudah kita dalam mengolah data,sehingga data yang kita punyai bisa menjadi data yang mudah dibaca.sebagai contohnya yaitu mengolah data rancangan percobaan. SPSS mempunyai dua lembar kerja, yaitu sheet yang pertama dengan nama data view dan sheet yang kedua variable view.

 
1.    Tampilan Data VIEW
Pada saat SPSS pertama kali dibuka, selalu tampak tampilan pertama kotak dialog SPSS 16.0 FOR WINDOWS sebagai berikut:
Gambar A.1 SPSS 16.0
Kotak dialog tersebut sebenarnya memandu pengguna untuk memilih proses yang akan dilakukan. Namun untuk praktisnya, tutup kotak dialog tersebut dengan klik ikon CANCEL.



 
Gambar A.2 Menu Utama SPSS
Data view merupakan sheet yang menampilkan data hasil penelitian yang akan diolah atau dianalisis dengan program SPSS 16 for windows. Pada data view ditampilkan kolom-kolom yang disertai nama-nama variable.





Gambar A.3 Variable View
Pada variable view ditampilkan nama variabel, tipe data, lebar kolom, penggunaan desimal, label penamaan variabel, macam data hasil penelitian (nominal, scale, ordinal), alignment atau peletakan data yang diinputkan.




2.    TampilanVariabel VIEW





Gambar A.4 Data View
Pemberian nama variable harus memenuhi ketentuan berikut ini :
a.     Nama variable harus diawali dengan huruf dan karakter yang selanjutnya boleh huruf, angka dan symbol @,#, atau $.
b.    Nama variable tidak boleh diakhiri dengan tanda titik.
c.     Harus dihindari pemberian nama variable yang diakhiri dengan garis bawah.
d.    Panjang nama variable tidak boleh dari 8 karakter.
e.     Spasi kosongan special karakter !, ? dan * tidak digunakan.
f.     Nama variable tidak boleh sama satu variable dengan variable lainnya.
g.    Tidak membedakan huruf kecil dengan huruf kapital.
h.    Tidak menggunakan kata-kata yang sudah ada pada system atau bahasa pemrograman SPSS yaitu, ALL, AND, BY, EQ, GT, LT, NE, NOR, OR TO.

Type data yang ada pada SPSS adalah:
a.     Numeric, merupakan type angka dengan tanda plus dan tanda minus di depan angka serta indicator decimal. Lebar maximal 40 karakter.
b.    Comma, merupakan type yang termasuk angka, tanda plus dan tanda minus didepan angka indicator decimal serta pemisah ribuan.
c.     Dot, type ini sama dengan type comma yang membedakan hanyalah pemisah ribuan, yang digunakan adalah titik.
d.    Sceintifik notation, merupakan type data yang menggunakan lambang atau notasi ilmiah seperti log, alfa dll.
e.     Date, tipe ini menampilkan data dalam format tanggal atau waktu.
f.     Dollar, tipe ini adalah tanda $ sebuah titik sebagai indicator decimal dan beberapa tanda koma pemisah ribuan.
g.    Custom currency, tipe ini digunakan untuk menampilkan format mata uang seperti Rp.65.000.
h.    String, digunakan untuk karakter huruf dan karakter lainnya.
i.      Label, digunakan untuk memberikan keterangan dari variabel-variabel yang ada, agar lebih informative dan anda tidak lupa terhadap data yang didalamnya. Disamping ada variable label juga ada value label untuk nilai-nilai variable factor berupa data kategorik seperti contohnya kelas. Untuk data numeric tidak perlu ada value label.

Colums format, adalah lebar kolom untuk data ini, standarnya 8 karakter. Anda bisa mengubahnya sendiri sesuai dengan yang anda kehendaki.
Missing value, berisi beberapa pilihan menangani missing value.
a.    Tanpa ada missing value
b.    Diskret missing value digunakan untuk menyediakan data mana sajakah yang akan dihilangkan atau ditinggalkan.
c.    Range missing value : data yang berupa interval yaitu yang terendah sampai nilai tertinggi yang akan dihilangkan atau ditinggalkan.
Align, digunakan untuk menentukan data tersebut akan tampil secara rata kiri, rata kanan, atau center.
Meassure, digunakan untuk menentukan macam data. Macam data ada tiga yaitu : nominal  dimana data hadil menghitung yang merupakan data diskret, skala serta ordinal untuk menentukan data continue yaitu data mengukur.
INFERENSI STATISTIK DUA POPULASI INDEPENDENT
SPSS hanya memiliki menu perhitungan statistika untuk uji mean/rata-rat dua semple normal independent menggunakan uji t (student_t). Jadi untuk uji rata-rata sample independent 2 populasitidak dapat digunakan uji Z. Namun dari teori statistika telah diketahui bahwa jika ukuran sample besar, maka uji t akan mendekati uji z, akan bentuk distribusi student_t akan menjadi bentuk normal standar secara asimtotik. Dengan menggunakan prinsip ini, maka untuk melakukan uji z (jika ukuran sample n besar), kita dapat mengambil nilai pendekatan dengan menggunakan menu uji t pada SPss walaupun secara prinsip kita dapat melakukan uji Z secara eksak dengan perhitungan normal menggunakan menu compute dari SPSS.
Statistik hitung apabila diasumsikan kedua variansi tidak sama adalah:


t =
 
 



Keterangan:
m1 = rata-rata kelompok 1
m2 = rata-rata kelompok 2
S1 = Standar deviasi kelompok 1
S2 = Standar deviasi kelompok 2
n1 = banyaknya sampel di kelompok 1
n2 = banyaknya sampel di kelompok 2
Apabila variansinya sama, maka statistik hitungnya adalah:


t =
 
 



Keterangan:
m1 = rata-rata kelompok 1
m2 = rata-rata kelompok 2
Sp = Standar Deviasi gabungan
n1 = banyaknya sampel di kelompok 1
n2 = banyaknya sampel di kelompok 2

Contoh Percobaan
Dimiliki data hasil panen dua padi dengan anggapan data diambil dari populasi normal. Ujilah apakah bisa dikatakan kedua kualitas padi di atas sama dengan tingkat kepercayaan 95%.
Tabel A.1 Tabel data padi
Padi A
Padi B
3504
3693
3436
3433
3449
4341
4354
4312
4425
3850
3090
4112
4013
4166
3850
3563
3609
3353
3761
3086
2372

Penyelesaian:
Hipotesa yang diajukan:
Ho : m1 = m2 rata-rata hasil panen kedua jenis padi sama
H1 : m1 = m2 rata-rata hasil panen kedua jenis padi tidak sama

Karena dalam praktikum ditekankan untuk menggunakan alat bantu komputer, maka untuk manualnya bisa dicoba sendiri, disini hanya ditekankan untuk menggunakan komputer.
Langkah-langkahnya:
·      Variable yang diamati dalam data tersebut harus dirubah sehingga menjadi sebuah kelompok yang sama. Karena SPSS akan menganalisa per variable, bukan per kolom. Sehingga pemasukan ke dalam SPSS adalah sebagai berikut:
Tabel A.2 Tabel pengelompokan jenis padi
padi
Panen
padi
panen
1
3504
2
4142
1
369
2
4034
1
3436
2
4166
1
3433
2
3850
1
3449
2
3563
1
4341
2
3609
1
4354
2
3353
1
4312
2
3761
1
4425
2
3086
1
3850
2
2372
2
3090
0
0

Padi 1 = jenis padi A
Padi 2 = jenis padi B
·       Dari menu SPSS klik File , New , data...
·       Buka Variable View, pesankan nama variable yang sesuai dengan permasalahan dalam kasus ini variable yang dipesankan yaitu :
1.    nama variable : padi
type                         : numeric
value           :  1= padi A
2= padi B
2.      nama variable : panen
type : numeric
·      setelah variable view yang dibutuhkan sudah dipesankan lengkap dengan atribut-atributnya, sekarang klik Data View dan masukkan datanya sesuai dengan table diatas.
·      Simpan dengan nama contoh 61
·      Untuk menganalisa klik Analyze, compare means, independent_samples T test...
Akan tampil kotak dialog seperti dibawah ini:
Gambar A.5 Independent-Sample T Test

·      Pada kolom test(s) isikan hasil panen, yaitu variable yang akan dianalisa.
·      Pada kolom grouping variable isikan jenis padi, secara otomatis define groups akan aktif, klik define group dan isikan group 1 dan 2 untuk group 2.
·      Pada options berisikan tentang interval confidensi yang dikehendaki, isikan dengan 95%. Klik OK untuk melihat hasilnya.
Membaca output:
·      Secara otomatis akan ditampilkan output dengan asumsi variansi sama, dan variansi berbeda.
·      Secara teori, untuk menentukan bentuk anggapan variansi yang benar untuk data, sebaiknya dilakukan uji hipotesis kesamaan variansi.
·      Pertama diuji kesamaan variansi dengan metode Levenne. Dari output diperoleh sig= 0.768 dengan alpha = 0.05 maka sig. > alpha yang mengakibatkan kesamaan variansi diterima
·      Pada uji rata-rata maka dilihat pada variansi yang diasumsikan sama. Thitung yang diperoleh terbesar 1.538, dengan sig. = 0.141 karena sig. > a maka Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan) antara hasil panen padi jenis A dan hasil panen jenis B.

B.       Data Percobaan
Dimiliki data nilai penjualan 2 jenis pulsa dari BATISTANET pada bulan November 2013 dengan anggapan data diambil dari populasi normal. Untuk menguji apakah nilai penjualan kedua jenis pulsa di atas sama, dengan tingkat kepercayaan 95% .
Tabel B.1 Tabel data nilai pulsa di BATISTANET
Waktu
Pulsa AS
(ribu rupiah)
Pulsa XL
(ribu rupiah)
Jumat, 01 November 2013
10.0
10.0
Senin, 04 November 2013
20.0
0.0
Rabu, 06 November 2013
20.0
0.0
Kamis, 07 November 2013
5.0
35.0
Jumat, 08 November 2013
35.0
50.0
Senin, 11 November 2013
20.0
40.0
Selasa, 12 November 2013
25.0
45.0
Rabu, 13 November 2013
10.0
5.0
Kamis, 14 November 2013
65.0
50.0
Jumat, 15 November 2013
35.0
20.0
Senin, 18 November 2013
45.0
15.0
Selasa, 19 November 2013
25.0
35.0
Rabu, 20 November 2013
35.0
25.0
Kamis, 21 November 2013
30.0
20.0
Jumat, 22 November 2013
20.0
20.0
Senin, 25 November 2013
5.0
25.0
Selasa, 26 November 2013
20.0
25.0
Rabu, 27 November 2013
10.0
0.0
Kamis, 28 November 2013
35.0
20.0
Jumat, 29 November 2013
0.0
10.0

C.     Masalah Percobaan
Ujilah apakah kedua nilai penjualan kedua pulsa sama dengan tingkat kepercayaan 95% dengan mengambil sampel sebanyak 20 untuk nilai pulsa AS dan 20 sampel untuk nilai pulsa XL.

D.     Cara Pengerjaan
Langkah-langkahnya:
·      Variable yang diamati dalam data tersebut harus dirubah sehingga menjadi sebuah kelompok yang sama. Karena SPSS akan menganalisa per variable, bukan per kolom. Sehingga pemasukan ke dalam SPSS adalah sebagai berikut:
Tabel D.2 Tabel pengelompokan jenis pulsa di warnet BATISTA
Pulsa
Nilai
Pulsa
Nilai
1
10.0
2
10.0
1
20.0
2
0.0
1
20.0
2
0.0
1
5.0
2
35.0
1
35.0
2
50.0
1
20.0
2
40.0
1
25.0
2
45.0
1
10.0
2
5.0
1
65.0
2
50.0
1
35.0
2
20.0
1
45.0
2
15.0
1
25.0
2
35.0
1
35.0
2
25.0
1
30.0
2
20.0
1
20.0
2
20.0
1
5.0
2
25.0
1
20.0
2
25.0
1
10.0
2
0.0
1
35.0
2
20.0
1
0.0
0
10.0
                                             
Gambar D.1 Gambar penginputan data
Pulsa AS  = pulsa A
Pulsa XL  = pulsa B
·      Dari menu SPSS klik File , New , data...
·      Buka Variable View, pesankan nama variable yang sesuai dengan permasalahan dalam kasus ini variable yang dipesankan yaitu :
1.    nama variable : pulsa
type             : numeric
value           :   1 = pulsa A
2 = pulsa B
2.    nama variable : nilai
type : numeric
·      setelah variable view yang dibutuhkan sudah dipesankan lengkap dengan atribut-atributnya, sekarang klik Data , View dan masukkan datanya sesuai dengan table diatas.
·      Simpan dengan nama contoh penjualan pulsa
·      Untuk menganalisa klik Analyze, compare means, independent_samples T test...
Akan tampil kotak dialog seperti dibawah ini:
Gambar D.2 Gambar penginputan variabel

·      Pada kolom test(s) isikan nilai pulsa, yaitu variable yang akan dianalisa.
Gambar D.3 Gambar penginputan nilai pada kolom test variable(s)
·      Pada kolom grouping variable isikan jenis pulsa, secara otomatis define groups akan aktif, klik define group dan isikan group 1 dan 2 untuk group 2.
Gambar D.4 Gambar penginputan pulsa pada kolom grouping variabel
dan pengisian group

·      Pada options berisikan tentang interval confidensi yang dikehendaki, isikan dengan 95%. Klik OK untuk melihat hasilnya.
Gambar D.5 Gambar interval confidensi

E.     Hasil Output
Adapun hasil output pengerjaan menggunakan program SPSS yaitu :
Gambar E.1 hasil output penyelesaian permasalahan

F.      Analisa Hasil Output
Adapun analisa dari hasil output menggunakan program SPSS yaitu :
Hipotesa yang diajukan:
Ho : m1 = m2 rata-rata nilai penjualan kedua jenis pulsa sama
H1 : m1 = m2 rata-rata nilai penjualan kedua jenis pulsa tidak sama
·      Secara otomatis akan ditampilkan output dengan asumsi variansi sama, dan variansi berbeda.
·      Secara teori, untuk menentukan bentuk anggapan variansi yang benar untuk data, sebaiknya dilakukan uji hipotesis kesamaan variansi.
·      Pada tabel pertama terlihat ringkas statistik dari kedua sampel. Untuk rata-rata pulsa AS sebesar 23.5 dan rata-rata untuk pulsa XL sebesar 22.5 .
·      Pada tabel kedua, diuji asumsi kesamaan varians lewat uji F. Terlihat bahwa F hitung untuk Nilai Pulsa dengan Equal variance assumed (diasumsi kedua varians sama) adalah 0.090. Dari output diperoleh sig= 0.766 dengan alpha = 0.05 maka sig. > alpha yang mengakibatkan kesamaan variansi diterima.
·      Pada uji rata-rata, dasar yang digunakan untuk membandingkan rata-rata populasi dengan t test menggunakan Equal variance assumed (diasumsi kedua varians sama) dengan Thitung yang diperoleh sebesar 0.200 dan Ttabel sebesar 1.686 maka Thitung < Ttabel berarti Ho diterima. Untuk sig. sebesar 0.842 dengan alpha = 0.05 maka sig. (0.842) > alpha (0.05)  sehingga Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan) antara rata-rata nilai penjualan pulsa AS dan rata-rata nilai penjualan pulsa XL.
·      Karena variansinya sama, maka untuk statistik Thitung secara manual menggunakan rumus dan hasil sebagai berikut:
 








Untuk Thitung secara manual diperoleh hasil sebesar 0.2 sedangkan untuk Thitung pada SPSS juga  diperoleh hasil sebesar 0.2 .
·      Dari output terlihat pada baris “mean difference” untuk Nilai Pulsa adalah 1 . Angka ini berasal dari:
Rata-rata nilai pulsa AS – Rata-rata nilai pulsa XL
Atau 23.5 – 22.5 = 1
·      Dari F test pada bahasan sebelumnya didapat bahwa uji rata-rata dilakukan dengan Equal variance assumed, maka sekarang dapat dilihat pada keterangan “95% Confidence Interval of Means” dan kolom Equal variance assumed.
Pada baris tersebut, didapat angka:
-     Lower (perbedaan rata-rata bagian bawah) adalah -9.11131
-     Upper (perbedaan rata-rata bagian atas) adalah 11.11131
Hal ini berarti perbedaan rata-rata nilai pulsa AS dan rata-rata nilai pulsa XL antara -9.11131 sampai 11.11131 dengan perbedaan rata-rata adalah 1.

G.    Kesimpulan dan Saran
1.      Kesimpulan
·         Setelah dilakukan pengujian varians dengan menggunakan uji F, dasar yang digunakan untuk membandingkan rata-rata populasi dengan t test yaitu Equal variance assumed (diasumsi kedua varians sama).
·      Pada perhitungan Thitung secara manual menggunakan rumus dengan variansi yang sama.
·      Tidak ada perbedaan perhitungan antara Thitung secara manual dengan Thitung pada SPSS dengan hasil sebesar 0.2 .
·      Pada uji rata-rata dengan variansi yang diasumsikan sama, untuk Thitung diperoleh hasil sebesar 0.200 dengan Ttabel sebesar 1.686 maka Thitung < Ttabel berarti Ho diterima. Untuk sig. sebesar 0.842 dengan alpha = 0.05 maka sig. (0.842) > alpha (0.05)  sehingga Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan) antara rata-rata nilai penjualan pulsa AS dan rata-rata nilai penjualan pulsa XL.
·      Dengan adanya praktikum statistik ini, mahasiswa dapat lebih terampil dalam menggunakan paket program SPSS yang telah dipelajari sebelumnya dan dapat mengembangkannya lebih luas lagi.
2.      Saran
·      Untuk modul praktikum lebih dilengkapi dan diperbaiki lagi, seperti penulisan rumus, materi, dan lain-lain.
·      Materi praktikum disesuaikan dengan teori agar praktikan bisa lebih mengerti/menguasai materi yang sudah diberikan pada saat praktikum.


DAFTAR PUSTAKA

http://statistik-kesehatan.blogspot.com/2011/03/uji-t-independen.html
referensi.dosen.narotama.ac.id/.../Panduan-Lengkap-Menguasai-SPSS-16
www.stieykpn.ac.id/.../uji%20hipotesis%20untuk%20mean%20proporsi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar