Halaman

Pink Paw Print

Rabu, 05 Februari 2014

Makalah SIA (Sistem Informasi Akuntansi)


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memiliki beberapa sistem bagian (sub-system) yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/ pengolahan akuntansinya. Dalam siklus pendapatan (daur penjualan) yang merupakan prosedur pendapatan dimulai dari bagian penjualan, otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas.

Sistem Informasi Akuntansi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan. Melalui makalah ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai sistem penjualan. 

B.       Rumusan Masalah
-          Apa yang dimaksud sistem informasi akuntansi penjualan?
-          Apa saja fungsi perancangan sistem informasi akuntansi penjualan ?
-          Dokumen serta catatan apa saja yang digunakan?
-          Apa saja jenis penjualan terkait sistem informasi akuntansi penjualan?
-          Unit organisasi apa saja yang ada di sistem informasi akuntansi penjualan?
-          Apa tujuan sistem informasi akuntansi  penjualan?
-          Bagaimana flowchart penjualan tunai dan kredit?
C.      Tujuan
-          Mengetahui pengertian sistem informasi akuntansi penjualan.
-          Mengetahui fungsi perencanaan sistem informasi akuntansi penjualan.
-     Mengetahui dokumen serta catatan yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan.
-          Mengetahui jenis penjualan terkait sistem informasi akuntansi penjualan.
-          Mengetahui unit organisasi dari sistem informasi akuntansi penjualan.
-          Mengetahui tujuan sistem informasi akuntansi penjualan.
-          Mengetahui flowchart penjualan tunai dan kredit.
BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, menyebutkan bahwa: Penjualan adalah kegiatan yang terdiri dari penjualan barang atau jasa baik secara kredit maupun secara tunai.”
System Informasi Penjualan adalah sub system informasi bisnis yang mencakup kumpulan procedure yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen dan bagian lain yang berkepentingan, mulai dari diterimanya order penjualan sampai mencatat timbulnya Tagihan/Piutang Dagang.

B.       Fungsi Perencanaan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
1.    Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai penerima kas dari pembeli.
2.    Fungsi Gudang
Fungsi gudang berfungsi untuk menyediakan barang yang diperlukan oleh pelanggan sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.
3.    Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggungjawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuatan laporan penjualan.
4.    Fungsi Pengiriman
Fungsi pengiriman berfungsi untuk menyerahkan barang yang kuantitas, mutu, dan spesifikasinya sesuai dengan yang tercantum dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.

C.      Dokumen serta Catatan yang Digunakan dalam Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
1.         Dokumen yang digunakan
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penjualan, menurut Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansi adalah sebagai berikut :
a.    Faktur Penjualan Tunai
Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.
b.    Bukti Setor Bank
Dibuat oleh fungsi kas sebagai bukti penyetoran kas ke bank.
c.    Rekap Harga Pokok Penjualan
Digunakan oleh fungsi akuntansi untuk meringkas harga pokok produk yang dijual selama satu periode.
2.         Catatan yang Digunakan
Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi, catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem penjualan adalah:
a.    Jurnal Penjualan
Jurnal Penjualan, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan baik secara kredit maupun tunai.
b.    Jurnal Umum                                                             
Jurnal Umum, catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang dijual selama periode tertentu.
c.    Kartu Persediaan.
Kartu Persediaan, catatan akuntansi ini merupakan buku pembantu yang berisi rincian mutasi setiap jenis persediaan.

D.      Jenis Penjualan Terkait Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Terdapat beberapa cara dalam menjual. Untuk itu sistem yang diaplikasikan disesuaikan dengan operasi di lapangan. Di sini, dibahas mengenai sebuah perusahaan dagang yang  teridentifikasi beberapa jenis penjualan yang ada di perusahaan ini yaitu:
·       Penjualan Langsung yaitu penjualan dengan mengambil barang dari supplier dan langsung dikirim ke customer.
·       Penjualan Stock Gudang yaitu penjualan barang dari stock yang telah tersedia di gudang
·       Penjualan Kombinasi  ( langsung + Stock ) yaitu penjualan dengan mengambil barang sebagian dari supplier dan sebagian daris stock yang tersedia di gudang.

E.       Unit Organisasi dari Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Prosedure penjualan melibatkan beberapa bagian dalam perusahaan dengan maksud agar transaksi penjualan yang terjadi dapat diawasi dengan baik. Dalam system berjalan sesungguhnya terdapat unit-unit fungsional namun belum mendukung arus informasi dapat berjalan dengan baik. Hal ini merupakan salah satu hambatan yang menyebabkan proses pencatatan transaksi tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Terdapat 8 (Delapan) unit organisasi yang diperlukan dalam sistem penjualan dan pembelian yaitu :
1.         Bagian Order Penjualan
2.         Bagian Otorita Kredit
3.         Bagian Billing/Piutang
4.         Bagian Stock & Delivery
5.         Bagian Buku Besar
6.         Bagian Pembelian
7.         Bagian Gudang
8.         Bagian IT/Pengolahan Data Elektoronik

Uraian Prosedur:
a.         Bagian Order Penjualan / Sales/Marketing
1.         Merima Order dari langganan. Order dari langganan diterima dalam bentuk (PO) dari langganan melalui fax atau  secara langsung yang kemudian dicatat dalam order form. Permintaan secara lisan melalui Telephone tidak dapat dilayani.
2.         Memverifikasi order langganan mencakup data pelanggan secara lengkap termasuk alamat penyerahan barang yang diinginkan customer, Quantity, dan merawat validasi data tersebut melalui workstation yang ada pada bagian penerimaan order untuk mengecek  pemenuhan order, meliputi nama product, nomor surat pesanan atau pemesan, harga, tanggal penyerahan barang, dll.
3.         Mencatat order langganan ke sistem komputer dan menerbitkan dokumen order penjualan. Dokumen ini selanjutnya berfungsi  sebagai surat permintaan pengadaan barang (stock request). Bila barang yang dipesan tidak tersedia atau persediaan di gudang tidak mencukupi, maka akan direkam sebagai back order. (order yang belum terpenuhi). Order penjualan di print out melalui printer di bagian penerimaan order
4.         Membawa dokumen order penjualan ke bagian otorita kredit untuk mendapat persetujuan penjualan kredit. Bila Customer tetap dapat langsung ke bagian Stock & Delivery.
5.         Mengadakan contact dengan pelanggan mengenai pemenuhan order.
b.        Bagian Kredit
1.         Menerima dokumen order penjualan dari bagian penerimaan  order.
2.         Memeriksa status langganan melalui workstation yang ada di bagian otorita kredit.
3.         Berdasarkan informasi yang diperoleh dilayar komputer, kemudian memutuskan apakah order ini dapat dipenuhi.
4.         Menyerahkan kembali dokumen order penjualan yang sudah di verifikasi dan ditandatangani, dan diteruskan ke bagian Stock & Delivery.
5.         Menerima faktur lembar ke-1, Faktur Pajak lembar ke satu dan Delivery Order lembar ke-1 yang telah diverifikasi oleh langganan dan mengarsipnya urut tanggal.
c.         Bagian Stock & Delivery
1.         Menerima Oder Penjualan yang telah ditandatangani bagian otorita kredit dari bagian order penjualan.
2.         Menyiapkan Dokumen pengiriman berdasarkan order penjualan. Bila barang tidak tidak tersedia di gudang meneruskan order penjualan ke bagian pembelian barang dagang.
3.         Mencatat pembelian, berdasarkan surat jalan yang ditandatangani oleh sopir untuk barang yang langsung dijual atau Surat Jalan supplier yang ditandatangani oleh bagian gudang untuk barang yang masuk ke gudang.
4.         Membuat Delivery Order untuk order penjualan yang telah mendapat otorisasi dari bagian otorita kredit.
5.         Membuat surat perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang, untuk penjualan yang mengambil barang di gudang. Atau meminta PO/Memo untuk mengambil barang di supplier dari bagian pembelian barang dagang.
6.         Menyerahkan Delivery order, Surat Perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang atau PO/Memo ke bagian transportasi (sopir) untuk meminta barang ke gudang atau mengambil barang di supplier.
7.         Menerima Deliveri order lembar 1 & 2 yang telah ditanda tangani/diverifikasi oleh Langganan.
8.         Menerbitkan listing delivery order dan diserahkan ke bagian pembuat invoice.
d.        Bagian Gudang
1.         Menerima Perintah/Permintaan Barang
2.         Menyediakan barang sesuai dengan Surat perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang (Deliveri Order tidak boleh digunakan untuk pengeluaran barang karena tidak semua penjualan menggunakan barang yang ada di gudang)
3.         Mengembalikan Perintah/Permintaan/Bon pengeluaran barang  kepada sopir untuk ditandatangani dan meminta copynya setelah ditandatangi.
4.         Mencatat Pengeluaran Pada Kartu Persediaan
e.         Bagian Transportasi (Sopir)
Penjualan langsung (Barang langsung dari Supplier)
1.         Menerima PO/Memo, Delivery Order dari bagian Stock & Delivery
2.         Meminta barang ke supplier menggunakan PO/Memo
3.         Menerima surat Jalan/Surat Pengantar Supplier
4.         Memeriksa kesesuaian barang yang diserahkan oleh supplier dengan memo/Po/Surat Jalan Supplier
5.         Menanda tangani Surat Jalan Supplier dan meminta copynya.
6.         Membawa dan Menyerahkan barang ke customer
7.         Menyerahkan Delivery Order kepada Customer untuk ditanda tangani.
8.         Meminta Lembar Delivery Order  lembar 1 & 2 yang sudah ditanda tangani
9.         Menyerahkan Delivery Order lembar 1 & 2 kepada  Invoice (melalui Kurir)
10.     Menyerahkan Copy Surat Jalan/Surat Pengantar Supplier yang telah ditanda tangani ke bagian Stock. & Delivery (melalui Kurir)
f.          Penjualan Barang Dari Stock Gudang
1.         Menerima Surat Perintah/Permintaan pengeluaran Barang, Delivery Order
2.         Meminta barang ke gudang dengan meyerahkan Surat Perintah/Permintaan Pengeluaran Barang.
3.         Memeriksa kesesuaian barang yang diserahkan oleh bagian gudang
4.         Menanda tangani Surat Perintah/Permintaan barang dan meminta copynya kepada bagian gudang.
5.         Menyerahkan barang kepada customer
6.         Menyerahkan Delivery Order kepada Customer untuk ditanda tangani.
7.         Meminta Delivery Order  lembar 1 & 2 yang sudah ditanda tangani
8.         Menyerahkan delivery Order lembar 1& 2 kepada  bagian Invoice  (melalui Kurir)
9.         Menyerahkan Surat Perintah Pengeluaran barang yang telah ditandatangi ke bagian Stock & Delivery. (melalui Kurir)
g.         Bagian Invoice/Faktur
1.         Menerbitkan Faktur berdasarkan data delivery order yang telah di entry oleh bagian stock & delivery. Pembuatan faktur ini cukup dengan memasukan nomor order penjualan yang sudah direkam file server
2.         Menerbitkan faktur pajak.
3.         Menerbitkan listing penjualan harian
4.         Mendistribusikan Dokumen
a)    Invoice/Faktur, Faktur Pajak lembar ke-1, Deliveri Order lembar ke-1 ke bagian Kredit
b)   Tembusan Penjualan ke pemegang buku piutang
c)    Tembusan Jurnal, Faktur Pajak lembar ke-2, Faktur Pajak Lembar ke-2 Ke bagian buku besar
5.         Mengarsip Invoice lembar ke-4, Delivery order lembar ke-2, faktur pajak lembar Extra Copy.
h.        Bagian Administrasi Keuangan
Bagian administrasi keuangan adalah bagian yang menjalankan fungsi akuntansi yang bertanggung jawab mencatat transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan. Bagian administrasi keuangan yang berhubungan  dengan system penjualan adalah :
Bagian Piutang
1.         Menerima faktur lembar ke-2  & 3 dari bagian Invoice
2.         Merekam data transaksi penjualan dengan cara memasukan nomor order penjualan. Perekaman meliputi data transaksi piutang
3.         Mengarsip lembaran faktur lembar ke-2 urut tanggal
4.         Mengumpulkan faktur lembar ke-3 dalam suatu periode harian
5.         Menyerahkan satu kumpulan (batch) dari faktur lembar ke-3 bersama batch control sheet bersangkutan ke bagian buku besar.
6.         Membuat surat penagihan
i.           Bagian buku besar
Bagian Jurnal Penjualan
1.         Menerima copy list penjualan harian  yang dilampirkan copy faktur (tembusan Jurnal)  dan Delivery Order lebar ke- 2 yang telah diverifikasi oleh penerima barang.
2.         Menerima copy Faktur Pajak.
3.         Mencatat Jurnal transaksi Penjualan.
Bagian Jurnal Pembelian
1.         Menerima  Copy Po dari bagian pembelian.
2.         Menerima bukti penerimaan barang dari bagian penerimaan.
3.         Mencatat Jurnal transaksi yang menyebabkan timbulnya utang.
j.          Bagian pengolahan IT/Data elektronik
Bagian IT tidak melakukan fungsi pemasukan data karena semua input telah dimasukan melalui terminal masing-masing bagian. Yang dilakukan oleh bagian ini adalah mengendalikan arus informasi dan mengevaluasi laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi yang selanjutnya diserahkan ke bagian yang berwenang untuk dapat menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan.
Bagian IT memberikan support terhadap berjalannya arus informasi  dengan baik, pengendalian proses, pemilihan teknologi dll.
Jumlah personal untuk mengisi bagian-bagian tersebut diatas sangat tergantung pada kebutuhan dimana ada bagian yang dapat digabung sehingga beberapa bagian ditanggani oleh seorang personil dan sebaliknya ada bagian yang harus dimekarkan sehingga satu bagian diisi oleh beberapa personal. Arus dokumen disesuaikan dengan bagian yang ada.

Sumber Daya Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
·           Hardware             :   Menggunakan fasilitas yang telah tersedia dengan tambahan link
·           Brainware             : Menggunakan Personal yang telah ada dengan memberikan pelatihan.
Strukture Organisasi Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
·           Melakukan konsolidasi yaitu
Sasaran Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
·           Automatisasi  system akuntansi penjualan
o     Terbentuk system pengolahan data terdistribusi
o     Mengurangi volume pekerjaan bagian akuntansi
o     Menghindari keterlambatan laporan akuntansi penjualan
o     Dll

F.       Tujuan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan
Tujuan sistem penjualan adalah:
·            Mencatat order penjualan dengan cepat dan akurat
·       Memastikan bahwa perusahaan menjual kepada  konsumen yang memang layak menerima kredit (sehingga kalau boleh, tidak ada kredit macet)
·       Memastikan bahwa konsumen menerima kiriman produk dan jasa tepat waktu, sesuai yang dijanjikan
·            Menagih tepat waktu dan akurat, sehingga perputaran kas lebih cepat.
·       Mencatat dan mengelompokkan transaksi keuangan secara cepat dan akurat (ke dalam jurnal maupun ke buku besar)
·       Memastikan keamanan aset perusahaan (barang dagangan maupun kas dari penjualan)



1.         INPUT SISTEM PENJUALAN
Jangan terkejut melihat banyaknya dokumen dalam siklus penjualan ini. Beberapa nama dokumen sebenarnya dapat merupakan rangkap dari dokumen yang lain. Fokus pada bahasan ini adalah fungsi dari dokumen.
·       Order pembelian konsumen (Purchase Order). Order yang diterima dari konsumen
·       Order penjualan. Sarana untuk merekam order konsumen yang dibuat oleh perusahaan.
·       Order acknowledgment. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke konsumen untuk memberi tahu konsumen bahwa ordernya telah diterima.
·       Picking list. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke bagian gudang sebagai surat perintah ke gudang untuk menyiapkan barang yang dipesan.
·       Packing slip. Rangkap dari order penjualan yang disertakan dengan paket barang yang akan dikirim ke konsumen.
·       Billing of ladding. Sarana untuk meminta agen transportasi (kurir) untuk mengirimkan barang perusahaan ke konsumen. Dokumen ini merupakan bukti serah terima barang antara Bagian Pengiriman perusahaan dengan Perusahaan Kurir.
·       Shipping notice. Rangkap dari order penjualan atau dokumen lain yang berfungsi sebagai bukti bahwa barang memang telah dikirimkan. Dokumen ini diverifikasi oleh bagian pengiriman barang, untuk kemudian finalnya diserahkan ke Bagian Penagihan. Bagian Penagihan akan menagih konsumen setelah menerima shipping notice, yang berarti barang telah dikirim ke konsumen. Jadi, shipping notice ini berguna untuk mencegah jangan sampai kita menagih konsumen atas barang yang belum kita kirimkan.
·       Sales invoice. Faktur penjualan yang dikirimkan ke konsumen sebagai sarana penagihan piutang .
·       Remittance advice. Remittance advice semacam kuitansi atau bukti penerimaan kas. Dokumen ini menunjukkan jumlah kas yang diterima dari konsumen. 
·       Deposit slip. Slip setoran uang ke bank.
·       Back order. Dokumen yang dibuat pada saat jumlah persediaan tidak dapat memenuhi permintaan pesanan dari konsumen. 
·       Memo kredit. Dokumen yang berfungsi sebagai bukti kredit atas piutang konsumen, akibat retur penjualan. Memo kredit bergungsi untuk memberi tahu konsumen bahwa barang yang diretur telah diterima dan bahwa piutangnya berkurang sejumlah barang yang diretur.
·       Aplikasi kredit. Formulir untuk merekam data dan informasi konsumen baru yang hendak mengajukan kredit.
·       Salesperson call report. Formulir yang digunakan untuk merekam telpon yang dilakukan salesman untuk memprospek konsumen.
·       Deliquent notice. Dokumen dikirimkan ke konsumen yang piutangnya telah lewat tanggal jatuh tempo. 
·       Write Off Notice. Dokumen yang dibuat oleh manajer kredit untuk mencatat penghapusan piutang. Dokumen ini dibuat pada saat sebuah piutang sudah benar-benar macet.
·       Cash register receipt. Struk kas register yang digunakan oleh toko pengecer untuk merekam kas yang diterima.

2.         OUTPUT SISTEM PENJUALAN
Salah satu tujuan sistem informasi adalah menghasilkan laporan yang berguna bagi manajemen untuk pengambilan keputusan. Output atau laporan yang dapat dihasilkan dari sistem penjualan antara lain.
·       Order konsumen yang belum terpenuhi
·       Jurnal penjualan (daftar faktur penjualan, urut nomor faktur)
·       Daftar pengiriman barang urut per tanggal kirim
·       Jurnal penerimaan kas (daftar remittance advice atau kuitansi, tersaji urut nomor)
·       Daftar memo kredit
·       Daftar umur piutang
·       Trend penjualan dari bulan ke bulan.
·       Penjualan per lini produk tertentu.

  1. PENGENDALIAN INTERNAL
Paparan Risiko yang dihadapi dalam siklus penjualan
·       Penjualan kredit kepada konsumen yang sebenarnya tidak layak menerima kredit, perusahaan dapat rugi karena piutang macet.
·       Kelewat mecatat pengiriman barang atau mengirim barang dan lupa membuatkan tagihan (faktur). Perusahaan rugi karena tidak akan pernah menerima kas dari pengiriman tersebut.
·       Kesalahan dalam membuat faktur (salah jumlah atau salah harga). Konsumen bisa marah atau perusahaan bisa rugi, menagih terlalu rendah.
·       Salah posting, sehingga catatan akuntansi yang dihasilkan salah.
·       Penjualan kredit fiktif, sehingga saldo penjualan dan piutang perusahaan menjadi terlalu besar.
·       Pencurian produk jadi perusahaan
·       Penghapusan piutang konsumen oleh karyawan yang tidak memiliki wewenang, sehingga perusahaan tidak akan pernah menerima kas dari piutang tersebut.
·       Pencurian kas oleh orang yang bertanggung jawab untuk memegang kas.
·       Lapping.
·       Akses terhadap data piutang dan persediaan oleh orang yang tidak berwenang.
·       Virus.
·       Pencurian data konsumen (misal transaksi melalui web)
·       Bertransaksi menggunakan kartu kredti curian
·       Kegagalan server
Detail dari beberapa risiko ini, penulis ulas dalam buku tentang Karyawan bisa Menjadi Tikus dan Monster Penghisap Darah Perusahaan.

Pengendalian Umum:
·       Pengendalian organisasi. Prinsip umum, bagian pemegang harta kekayaan organisasi mesti terpisah dengan bagian pencatatan. Personel pengembang sistem (yang mengetik dan memodifikasi program) mesti terpisah dengan personel yang menggunakan dan mengoperasikan sistem.
·       Pengendalian dokumentasi. Ada dokumentasi yang lengkap, seperti dokumentasi formulir yang digunakan, flowchart, struktur database, laporan dan output sistem, serta kebijakan manajermen terkait dengan persetujuan kredit, penghapusan piutang macet dan lain sebagainya.
·       Rekonsiliasi aktiva dengan catatan perusahaan.
·       Pengendalian praktik manajemen. Manajer mesti memperkerjakan programer dan akuntan yang kompeten. Pengembangan dan perubahan sistem mesti melalui prosedur yang jelas, ada persetujuan awal, pengujian dan penandatanganan perubahan. Audit atas siklus penjualan. Manajer mereview laporan-laporan yang dihasilkan sistem.
·       Pengendalian otorisasi.
·       Pengendalian akses. Meliputi terminal dengan fungsi yang terbatas, hanya untuk mencatat penjualan dan penerimaan kas; Log untuk merekam semua transaksi penjualan dan penerimaan kas pada saat user masuk ke dalam sistem; Backup secara rutin; Gudang yang terkunci.

Pengendalian Aplikasi
·       Dokumen yang bernomor urut tercetak terkait dengan penjualan, pengiriman barang dan penerimaan kas.
·       Validasi data yang diinputkan ke dalam aplikasi penjualan
·       Koreksi kesalahan pada saat input data, sebelum data diproses lebih lanjut.
·        
Contoh validasi data:
Detail arti setiap validasi data tersebut dapat dilihat dalam bahasan Pengendalian Aplikasi.
·       Validity check (data nya sesuai tidak dengan yang ada di dalam master file)
·       Self checking digit
·       Field check (type data)
·       Limit check
·       Range check
·       Sign check
·       Completeness check
·       Echo check
·       Batch control total


G.      Flowchart Penjualan

1.    Flowchart Penjualan Tunai
Di atas tersaji flowchart penjualan tunai. Agar karyawan tidak memiliki peluang untuk melakukan kecurangan (fraud), maka sebaiknya penjualan tunai dilakukan oleh paling tidak 2 orang karyawan. Karyawan pertama bertugas sebagai pramuniaga. Sedangkan karyawan kedua bertanggung jawab untuk menerima kas dari pelanggan (kasir). Bagian pengambilan barang dapat dirangkap oleh karyawan pertama. 
Faktur penjualan tunai cukup dibuat rangkap dua. Pramuniaga akan menyiapkan faktur dua lembar dan menyerahkan faktur ke pelanggan. Pelanggan membawa faktur ke kasir dan membayar. Kasir menerima kas, dan mencap lunas kedua lembar faktur. Kedua lembar faktur dibawa oleh konsumen ke pramuniaga untuk mengambil barang. Pramuniaga mencap "telah diambil" pada kedua faktur tersebut. Faktur lembar pertama diserahkan ke konsumen sebagai bukti konsumen telah lunas membayar. Faktur lembar kedua diarsip pramuniaga. Sore hari, total faktur lembar kedua dari penjualan sepanjang hari harusnya cocok dengan saldo kas yang ada di tangan kasir. Total kas dan seluruh faktur akan diserahkan ke pemilik toko pada saat tutup toko.

2.    Flowchart Penjualan Kredit

Flowchart ini dibuat dengan asumsi, berikut ini.
a.    Perusahaan menjual secara kredit.
b.    Perusahaan memproses transaksi penjualan secara manual.
c.    Lokasi gudang terpisah dengan lokasi kantor (lokasi tempat parmuniaga melayani pesanan konsumen).

3.    Contoh Flowchart Penjualan Tunai Toko Rejeki

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtXKXQXP13gpv0DPgje4T8vf259rdnYWE-aqQBkMkBa2EJGpoMCHHeCyOVgquKY3b-9waKzxSe5Jx-VbqXthca1av91LVwYAEthJTeBZdapQz8hQbWmJPvk2kn1eHaBbwz5vzldbTJWyg/s640/PENJUALAN+TUNAI.jpg

Deskripsi Tugas dan Wewenang Masing-masing Bagian
a.    Pembeli
-     Mencatat data data spring bed yang diinginkan
-     Memberikan data spring bed yang diinginkan kepada bagian penjualan
-     Menerima info dan harga spring bed yang diinginkan dari bagian penjualan
-     Memberikan data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada bagian penjualan
-     Menerima nota tembusan (rangkap ke-2) dari bagian penjualan
-     Menerima barang langsung dari bagian penjualan jika barang tidak dikirim
-     Menandatangani nota yang diberikan oleh bagian pengiriman
-     Menyerahkan kembali nota yang telah ditandatangani kepada bagian pengiriman
-     Memberikan pelunasan pembayaran terhadap barang yang dibeli kepada bagian pengiriman
b.    Bagian Penjualan
-     Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-     Memberikan info dan harga spring bed kepada pembeli sesuai dengan data spring bed yang diinginkan pembeli
-     Menghubungi bagian gudang dan menyerahkan data spring bed yang diinginkan oleh pembeli kepada bagian gudang
-     Menerima spring bed yang telah disiapkan oleh bagian gudang sesuai permintaan pembeli
-     Meminta data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada pembeli
-     Menerima data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman dari pembeli
-     Membuat nota rangkap 2 dan mencatat data pembelian, pembayaran, dan info pengiriman pada nota
-     Memberikan nota tembusan(rangkap ke-2)  kepada pembeli jika barang tidak dikirim
-     Memberikan barang langsung ke pembeli jika barang tidak dikirim
-     Menyerahkan nota asli dan barang pada bagian pengiriman jika barang dikirim ke pembeli
-     Menerima nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian pengiriman
-     Memberikan nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli kepada bagian akuntansi
c.    Bagian Gudang
-     Menerima data spring bed yang diinginkan oleh  pembeli dari bagian penjualan
-     Menyiapkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli
-     Menyerahkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli kepada bagian penjualan
d.   Bagian Pengiriman
-     Menerima nota asli dan barang yang diinginkan pembeli dari bagian penjualan
-     Mengirim barang kepada pembeli
-     Menyerahkan barang kepada pembeli
-     Meminta pembeli menandatangani nota sebagai bukti bahwa barang telah dikirim ke tempat pembeli
-     Menerima nota yang telah ditandatangani oleh pembeli
-     Meminta pelunasan pembayaran barang kepada pembeli
-     Menerima pelunasan pembayaran barang dari pembeli
-     Memberikan nota dan pelunasan pembayaran barang dari pembeli kepada bagian penjualan
e.    Bagian Akuntansi
-     Menerima nota dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian penjualan
-     Membuat laporan penjualan rangkap 2
-     Memberikan laporan penjualan asli (rangkap 1) kepada pimpinan
-     Menyimpan nota asli (rangkap 1)
-     Menyimpan laporan penjualan tembusan (rangkap 2)
f.     Pimpinan
-     Menerima laporan penjualan asli (rangkap 1) dari bagian akuntansi


4.    Flowchart Penjualan Kredit
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKAjfLzkWDJu17pjWmiyY5MrcoNM9BGVASHIsIV8a69rq6Tca2yKRjDzU7jHozZj-NRr3vyxQ7_8reke4CH2MyebU2bYL0BsjiO0PXpMLsmzEkLyKpsLJWZqNfO3FLqz8VGlIQOmxZ2io/s640/PENJUALAN+KREDIT.jpg
Deskripsi Tugas dan Wewenang Masing-masing Bagian
a.    Lembaga Kredit
-     Memberikan info kredit kepada pembeli
-     Menerima kelengkapan administrasi kredit dari pembeli
-     Memeriksa kelayakan kredit
-     Membuat perjanjian kredit rangkap 2
-     Memberikan perjanjian kredit rangkap 2 kepada pembeli untuk ditandatangani
-     Menerima perjanjian kredit (2 rangkap) yang telah ditandatangani oleh pembeli
-     Menandatangani perjanjian kredit (2 rangkap)
-     Menyimpan perjanjian kredit yang asli (rangkap ke-1)
-     Mengunjungi toko dan menyerahkan data barang yang diinginkan pembeli kepada bagian penjualan
-     Memberikan data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada bagian penjualan
b.    Pembeli
-     Mencatat data data spring bed yang diinginkan
-     Memberikan data spring bed yang diinginkan kepada bagian penjualan
-     Menerima info dan harga spring bed yang diinginkan dari bagian penjualan
-     Menerima info mengenai alternatif lembaga kredit dari bagian penjualan
-     Mengunjungi lembaga kredit sesuai dengan pilihan pembeli
-     Meminta info kredit kepada lembaga kredit
-     Menerima info kredit dari lembaga kredit
-     Memberikan kelengkapan administrasi kredit kepada lembaga kredit
-     Menerima perjanjian kredit rangkap 2 untuk ditandatangani dari lembaga kredit
-     Menandatangani perjanjian kredit (2 rangkap)
-     Memberikan perjanjian kredit (2 rangkap) yang telah ditandatangani kepada lembaga kredit
c.    Bagian Penjualan
-     Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-     Memberikan info dan harga spring bed kepada pembeli sesuai dengan data spring bed yang diinginkan pembeli
-     Memberikan info mengenai alternatif lembaga kredit kepada pembeli
-     Menerima data spring bed yang diinginkan pembeli
-     Menghubungi bagian gudang dan menyerahkan data spring bed yang diinginkan oleh pembeli kepada bagian gudang
-     Menerima spring bed yang telah disiapkan oleh bagian gudang sesuai permintaan pembeli
-     Meminta data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman kepada lembaga kredit
-     Menerima data pembeli, pembayaran, dan info pengiriman dari lembaga kredit
-     Membuat nota rangkap 2 dan mencatat data pembelian, pembayaran, dan info pengiriman pada nota
-     Memberikan nota tembusan(rangkap ke-2)  kepada lembaga kredit jika barang tidak dikirim
-     Memberikan barang langsung ke lembaga kredit jika barang tidak dikirim
-     Menyerahkan nota asli dan barang pada bagian pengiriman jika barang dikirim ke pembeli
-     Menerima nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian pengiriman
-     Memberikan nota asli dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli kepada bagian akuntansi
d.   Bagian Gudang
-     Menerima data spring bed yang diinginkan oleh  pembeli dari bagian penjualan
-     Menyiapkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli
-     Menyerahkan spring bed yang diinginkan oleh  pembeli kepada bagian penjualan
e.    Bagian Pengiriman
-     Menerima nota asli dan barang yang diinginkan pembeli dari bagian penjualan
-     Mengirim barang kepada pembeli
-     Menyerahkan barang kepada pembeli
-     Meminta pembeli menandatangani nota sebagai bukti bahwa barang telah dikirim ke tempat pembeli
-     Menerima nota yang telah ditandatangani oleh pembeli
-     Meminta pelunasan pembayaran barang kepada pembeli
-     Menerima pelunasan pembayaran barang dari pembeli
-     Memberikan nota dan pelunasan pembayaran barang dari pembeli kepada bagian penjualan
f.     Bagian Akuntansi
-     Menerima nota dan pelunasan pembayaran barang yang dibeli oleh pembeli dari bagian penjualan
-     Membuat laporan penjualan rangkap 2
-     Memberikan laporan penjualan asli (rangkap 1) kepada pimpinan
-     Menyimpan nota asli (rangkap 1)
-     Menyimpan laporan penjualan tembusan (rangkap 2)
g.    Pimpinan
-     Menerima laporan penjualan asli (rangkap 1) dari bagian akuntansi












BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
System Informasi Akuntansi Penjualan merupakan sub system informasi bisnis yang mencakup kumpulan procedure yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen dan bagian lain yang berkepentingan, mulai dari diterimanya order penjualan sampai mencatat timbulnya tagihan/piutang dagang. Jadi, dengan adanya sistem informasi penjualan ini, kita dapat mengetahui rekap data penjualan dari suatu perusahaan baik sekarang ataupun di masa lalu. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun/membuat data penjualan saat ini berdasarkan data yang ada di masa lalu, serta dapat digunakan sebagai pembanding sistem penjualan saat ini dengan yang terdahulu untuk mengetahui apakah perlu perbaikan atau tidak dalam sistem penjualan perusahaan tersebut.

















DAFTAR PUSTAKA


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar